Harga minyak yang anjlok lebih dari 2% dari perdagangan setelah rencana stimulus terbaru di China yang mengecewakan investor menunjukkan bagaimana rentannya pasar energi terhadap perubahan ekonomi global. Sebagai konsumen minyak terbesar kedua di dunia, kebijakan ekonomi China memiliki dampak yang signifikan terhadap fluktuasi harga minyak.
Selain itu, proyeksi peningkatan pasokan pada tahun 2025 ikut memperburuk ketidakpastian harga minyak global. Dalam menghadapi ketidakstabilan pasar seperti ini, manajemen risiko energi menjadi sangat penting bagi perusahaan yang bergantung pada kestabilan harga minyak.
Salah satu cara yang efektif untuk mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi harga minyak adalah dengan menerapkan ISO 31000. ISO 31000 memberikan pedoman yang terstruktur dalam mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola berbagai risiko, termasuk risiko pasar energi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kebijakan ekonomi China dan perubahan pasokan.
Dikutip dari Liputan6, harga minyak mentah turun Brent turun dari USD 2,04 atau 2,76% menjadi USD 71,83 barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup pada USD 68,04 per barel, turun USD 2,34 atau 3,32%.
Apa itu Manajemen Risiko Energi?
Manajemen risiko energi meminimalkan risiko yang terlibat dalam pergerakan dan pengiriman komoditas energi. Mengelola risiko yang terkait dengan industri energi menjadi semakin kompleks karena berbagai faktor. Manajemen risiko energi berarti menentukan, menilai dan memprioritaskan risiko yang terkait dengan ketidakpastian di pasar energi. Mengendalikan risiko energi dapat memberikan kepastian pasar yang lebih besar bagi perusahaan seperti produsen minyak dan gas, pedagang dan yang lainnya. Manajemen risiko sangat penting untuk melindungi reputasi bisnis dan memungkinkan perdagangan yang aman. Oleh karena itu, anda juga perlu mengetahui pentingnya manajemen risiko dalam bisnis.
Peran Manajemen Risiko Energi
Manajemen risiko energi memiliki peran penting dalam menghadapi fluktuasi harga minyak terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan politik dan proyeksi pasokan energi. Berikut ini beberapa peran manajemen risiko energi:
Identifikasi Risiko
Menilai berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga minyak seperti kebijakan ekonomi China, perubahan permintaan global, dan kondisi pasokan energi.Penilaian dan Evaluasi Risiko
Menghitung potensi dampak dari fluktuasi harga minyak terhadap operasional dan keuangan perusahaan serta mengevaluasi kemungkinan yang dapat terjadi.Mitigasi Risiko
Mengembangkan strategi mitigasi untuk mengurangi dampak buruk fluktuasi harga minyak.Pemantauan dan Peninjauan
Secara berkala memantau risiko yang berkembang dan menyesuaikan strategi manajemen risiko agar tetap relevan dengan perubahan pasar.